PEMBENTUKAN KERANGKA KARBON DAN TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI
Haloo chemss..
Pada blog pertemuan pertama ini kita akan membahas materi “Pembentukan Kerangka Karbon dan Transformasi Gugus Fungsi”.. Nah chemss,yuk mari simak penjelasan dari saya..
Kerangka karbon atau dengan nama lain bisa disebut Carbon Skeleton merupakan rantai atom karbon yang membuat suatu senyawa organik. Kerangka karbon dapat dijelaskan bahwa suatu bentuk rantai yang digambar untuk menunjukkan tulang punggung senyawa organik apa pun. Perhatikan contoh berikut.
|
|
Perlu diketahui bahwa disini ada tiga karakteristik atau ciri yang berbeda yang memengaruhi bentuk kerangka karbon yaitu yang pertama adalah bentuk. Contohnya, rantai lurus, bercabang, atau kerangka cincin, tergantung pada senyawa organik apa yang akan kita gambar. Ciri kedua adalah panjang, yang menjadi lebih jelas ketika kita melihat kerangka karbon rantai lurus. Ketiga adalah lokasi dan jumlah ikatan rangkap. Kerangka karbon akan berbeda tergantung di mana ikatan rangkap berada. Tergantung pada berapa banyak ikatan rangkap yang ada, perbedaan ini bisa sangat terlihat. Misalnya, pada alkena sangat berbeda dari diena karena jumlah ikatan rangkap yang ada dalam kerangka karbon.
|
|
|
Kerangka Karbon dari Senyawa Organik (a) Alkena dan (b) Diena
|
|
Pembentukan kerangka karbon yang akan dibahas yaitu sebuah langkah awal untuk melakukan sintesis senyawa organik. Dengan adanya pembentukan kerangka karbon ini, sintesis senyawa organik dapat dilakukan yaitu akan melibatkan serangkaian reaksi dimana dapat merubah keadaan awal atau bentuk awal menjadi bentuk yang lain dalam jumlah serta bentuk yang berbeda pula. Maka dari itu,dapat dikatakan bahwa dalam pembentukan kerangka karbon ini kita perlu mengetahui lebih dulu sintesis senyawa organik agar dapat memahami Pembentukan Kerangka Karbon tersebut. Sintesis senyawa organik dapat kita artikan sebagai suatu proses membentuk atau mengkonstruk suatu senyawa organik yang lebih kompleks lagi melalui serangkaian reaksi kimia. Pada kimia organik II,kita telah mempelajari berbagai reaksi kimia yaitu mulai dari reaksi substitusi,reaksi adisi,reaksi eliminasi dan berbagai reaksi yang lebih mendalam lagi. Jika kita lihat dari segi strukturnya, molekul organik memanglah lebih kompleks dibandingkan dengan senyawa anorganik. Adapun 3 hal penting yang perlu kita ketahui dalam sintesis senyawa organik. Antara lain yaitu: Pertama adalah dengan memperhatikan kerangka atom karbon yang ditemukan di senyawa kompleks yang diinginkan itu harus terlebih dahulu disusun /dikonstruk. Dimana bahwa kita harus mengetahui bagaimana kerangka karbon itu dibuat sehingga kita bisa mensintesis senyawa kompleks itu. Kedua yaitu Gugus fungsi. Perlu diperhatikan gugus fungsional ini yang terdapat pada suatu senyawa kompleks dan menjadi sebuah ciri khas dalam senyawa tersebut harus di transformasikan dari gugus lain pada posisi yang tepat. Maksudnya disini yaitu dimana dengan mengubah atau mengkonstruk ulang gugus funsional tersebut nah kita bisa memperoleh suatu senyawa dengan fungsi yang di inginkan. Yang ketiga adalah Stereogenik. Dimana jika terdapat pusat stereogenik harus diubah dengan tepat. Maksudnya adalah dengan melakukan stereokontrol pada semua tahap dimana tempat stereocenter nya atau stereo pusatnya. Didalam sebuah molekul, stereocenter atau stereopusat merupakan contoh khusus dari elemen stereogenik yang secara geometris merupakan titik. Sebuah stereocenter atau pusat stereogenik adalah setiap titik dalam sebuah molekul. Meskipun tidak harus atom dengan bantalan substituen yang berbeda maka mempertukarkan dua substituen mengarah ke stereoisomer. Gugus fungsi yang sudah ada atau telah disiapkan dapat dalam bentuk yang sudah jadi maupun dalam bentuk gugus fungsi tertentu yang nantinya diubah selama proses sintesis sehingga akan menjadi bentuk yang diinginkan melalui serangkaian transformasi atau pengubahan gugus fungsi. Pada transformasi gugus fungsi, adapun yang harus dianalisis supaya mengetahui keelektronegatifannya, kepolaran suatu gugus serta bagaimana pengaruh dari sintesis dan penentuan diskoneksi secara langsung atau mengalami pengubahan terlebih dahulu melalui interkonversi gugus fungsi. Misalnya saja pada transformasi alkohol menjadi alkil halida yang sesuai dalam sintesis organik. Berbagai metode yang telah memerlukan satu atau dua langkah reaksi . Metode paling sederhana melibatkan reagen hidrogen halida , tionil halida, atau fosfor halida.
Permasalahan : |
1) Pada pembentukan kerangka karbon atau carbon skeleton formation, apakah memungkinkan jika dilakukan reaksi yang tidak berupaya agar si molekul senyawa tersebut tidak dapat digabungkan kembali?
2) Dalam sintesis senyawa organik,apakah seseorang perlu mengetahui rancangan suatu sintesis senyawa organik untuk menunjang suatu keberhasilan atau nantinya bisa mendapatkan suatu hasil yang diinginkan?
3) Perlu diperhatikan gugus fungsional yang terdapat pada suatu senyawa kompleks dan menjadi sebuah karakteristik dalam senyawa tersebut harus di transformasikan dari gugus lain pada posisi yang tepat dan ada gugus fungsi yang dapat dimasukkan dengan cara tertentu, namun ada yang tidak. Gugus fungsi senyawa yang bagaimana yang dapat langsung digunakan untuk kemudian ditransformasikan menjadi senyawa yang kita inginkan sehingga mendapatkan hasil dengan jumlah dan bentuk yang berbeda?
Komentar
Posting Komentar